LIMFOMA MALIGNA PDF

Intake makan dan minum menurun, mual, muntah 2. Data Obyektif a. Timbul benjolan yang kenyal, mudah digerakkan pada leher, ketiak atau pangkal paha b. Wajah pucat 1. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan imunosupresi dan malnutrisi 2. Hipertermi berhubungan dengan tak efektifnya termoregulasi sekunder terhadap inflamasi 3.

Author:Kazishicage Dasida
Country:Belgium
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):14 March 2009
Pages:201
PDF File Size:10.66 Mb
ePub File Size:5.86 Mb
ISBN:467-3-16386-249-1
Downloads:74405
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mukus



Intake makan dan minum menurun, mual, muntah 2. Data Obyektif a. Timbul benjolan yang kenyal, mudah digerakkan pada leher, ketiak atau pangkal paha b. Wajah pucat 1. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan imunosupresi dan malnutrisi 2. Hipertermi berhubungan dengan tak efektifnya termoregulasi sekunder terhadap inflamasi 3.

Nyeri berhubungan dengan interupsi sel saraf 4. Perubahan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan gangguan sistem transport oksigen terhadap perdaharan 5.

Intolerans aktivitas berhubungan dengan kelemahan, pertukaran oksigen, malnutrisi, kelelahan. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang kurang, meningkatnya kebutuhan metabolic, dan menurunnya absorbsi zat gizi. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan muntah dan intake yang kurang 9. Perubahan kenyamanan berhubungan dengan mual, muntah Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang penyakit, prognosis, pengobatan dan perawatan Hipertermi berhubungan dengan tak efektifnya termoregulasi sekunder terhadap inflamasi a.

Intervensi : Rasional : dengan memantau suhu diharapkan diketahui keadaan sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat. Anjurkan dan berikan banyak minum sesuai kebutuhan cairan anak menurut umur Rasional : dengan banyak minum diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Berikan kompres hangat pada dahi, aksila, perut dan lipatan paha. Rasional : kompres dapat membantu menurunkan suhu tubuh pasien secara konduksi. Anjurkan untuk memakaikan pasien pakaian tipis, longgar dan mudah menyerap keringat. Rasional : Dengan pakaian tersebut diharapkan dapat mencegah evaporasi sehingga cairan tubuh menjadi seimbang.

Kolaborasi dalam pemberian antipiretik. Rasional : antipiretik akan menghambat pelepasan panas oleh hipotalamus. Nyeri berhubungan dengan interupsi sel saraf a. Tujuan : nyeri berkurang Tentukan karakteristik dan lokasi nyeri, perhatikan isyarat verbal dan non verbal setiap 6 jam Rasional : menentukan tindak lanjut intervensi.

Pantau tekanan darah, nadi dan pernafasan tiap 6 jam Rasional : nyeri dapat menyebabkan gelisah serta tekanan darah meningkat, nadi, pernafasan meningkat Terapkan tehnik distraksi berbincang-bincang Rasional : mengalihkan perhatian dari rasa nyeri Ajarkan tehnik relaksasi nafas dalam dan sarankan untuk mengulangi bila merasa nyeri Rasional : relaksasi mengurangi ketegangan otot-otot sehingga mengurangi penekanan dan nyeri.

Beri dan biarkan pasien memilih posisi yang nyaman Rasional : mengurangi keteganagan area nyeri. Kolaborasi dalam pemberian analgetika. Rasional : analgetika akan mencapai pusat rasa nyeri dan menimbulkan penghilangan nyeri.

Tujuan : kebutuhan nutrisi terpenuhi Beri makan dalam porsi kecil tapi sering Rasional : memberikan kesempatan untuk meningkatkan masukan kalori total Timbang BB sesuai indikasi Rasional : berguna untuk menentukan kebutuhan kalori, evaluasi keadequatan rencana nutrisi Sajikan makanan dalam keadaan hangat dan bervariasi Rasional : meningkatkan keinginan pasien untuk makan sehingga kebutuhan kalori terpenuhi Ciptakan lingkungan yang nyaman saat makan Rasional : suasana yang nyaman membantu pasien untuk meningkatkan keinginan untuk makan Beri HE tentang manfaat asupan nutrisi Rasional : makanan menyediakan kebutuhan kalori untuk tubuh dan dapat membantu proses penyembuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh 4.

Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang penyakit, prognosis, pengobatan dan perawatan a. Intervensi Kaji dan pantau tanda ansietas yang terjadi Rasional ketakutan dapat terjadi karena kurangnya informasi tentang prosedur yang akan dilakukan, tidak tahu tentang penyakit dan keadaannya Jelaskan prosedur tindakan secara sederhana sesuai tingkat pemahaman pasien. Rasional : memberikan informasi kepada pasien tentang prosedur tindakan akan meningkatkan pemahaman pasien tentang tindakan yang dilakukan untuk mengatasi masalahnya Diskusikan ketegangan dan harapan pasien.

Rasional : untuk mengurangi kecemasan yang dirasakan pasien Perkuat faktor-faktor pendukung untuk mengurangi ansiates. Rasional : untuk mengurangi kecemasan yang dirasakan pasien D. Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan keperawatan pada pasien dengan limfoma maligna dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah dibuat E. Evaluasi Setelah dilakukan pelaksanaan tindakan keperawatan hasil yang diharapkan adalah : 1. Nyeri berkurang 4.

LOSING MY VIRGINITY BY RICHARD BRANSON FREE EBOOK PDF

Limfoma-Maligna

Diagnosa Keperawatan 1. Nyeri b. Hyperthermia b. Ketidakseimbangan nutrisi ; kurang dari kebutuhan tubuh b. Kurang pengetahuan b. Resiko tinggi bersihan jalan nafas tidak efektif b. Intervensi 1.

MEDCOM PAM 40-7-21 PDF

Sel ganas pada penyakit Hodgkin berasal dari sel retikulum. Limfosit yang merupakan bagian integral proliferasi sel pada penyakit ini diduga merupakan manifestasi reaksi kekebalan seluler terhadap sel ganas tersebut. Limfoma non Hodgkin pada dasarnya merupakan keganasan sel limfosit. Prognosis limfoma non Hodgkin lebih buruk, tapi sebagian dapat disembuhkan. Dengan semakin mendalam riset atas limfoma maligna, kini dalam hal klasifikasi jenis patologik, klasifikasi stadium, metode terapi, diagnosis dan penilaian atas lesi residif dan berbagai aspek lain limfoma telah mengalami kemajuan pesat, hal ini sangat membantu dalam meningkatkan ratio kesembuhan limfoma. Teori tentang fokal infeksi sangat erat hubungannya dengan bagian gigi, dimana akan mempengaruhi fungsi sistemik seseorang seperti sistem sirkulasi, skeletal dan sistem saraf. Hal ini disebabkan oleh penyebaran mikroorganisme atau toksin yang dapat berasal dari gigi, akar gigi, atau gusi yang terinfeksi.

FLUKE 572-2 PDF

Pada limfoma non-Hodgkin, dapat tumbuh pada kelompok kelenjar getah bening lain misalnya pada traktus digestivus atau pada organ-organ parenkim. Klasifikasi Dua kategori besar limfoma dilakukan atas dasar histopatologi mikroskopik dari kelenjar getah bening yang terlibat yaitu: 2. Klisifikasi limfoma non-hodgkin berada dalam keadaan transisi. Klisifikasi rappaport yang digunakan secara luas diperkenalkan pada tahun didasarkan pada sitologi dan susunan arsitektur limfosit maligna dalam kelenjar limfe. Klasi fikasi ini membagi limfoma menurut 1. Difus D ; pada jenis ini tidak terjadi agregasi.

Related Articles