KLASIFIKASI BRYOPHYTA PDF

Bryon artinya lumut serta phyta artinya tumbuhan. Jadi bryophyte adalah tumbuhan lumut. Tumbuhan lumut adalaah divisi tumbuhan yang hidup didarat , tidak berpembuluh, biasanya berukuran kecil bisa berukuran mikroskopik atau tidak terlihat bula tanpa bantuan mikroskop serta berwarna hijau. Divisi bryophyta tersebut termasuk kedalam anggota kingdom plantae tumbuhan. Lumut memiliki sel-sel plastid yang menghasilkan klorofil a serta b sehingga bisa melakukan melakukan fotosintesis. Oleh sebab itu, lumut bersifat autrotrof karena bisa membuat makanan sendiri.

Author:Mezir Fegal
Country:Kuwait
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):25 March 2013
Pages:436
PDF File Size:17.76 Mb
ePub File Size:6.85 Mb
ISBN:772-4-80084-270-5
Downloads:72828
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zololrajas



Selamat datang di softilmu, blog sederhana yang berbagi ilmu pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Lumut ini hidup pada batu, kayu gelondongan, pepohonan, dan ditanah. Lumut tersebar hampir diseluruh belahan dunia, terkecuali didalam laut. Lumut termasuk kedalam kingdom plantae, yang mana kingdom plantae meliputi semua organisme yang multiseluler dan telah berdiferensiasi, eukariotik, dan dinding selnya mempunyai selulosa. Organisme yang termasuk kedalam plantae ini hampir seluruhnya bersifat autotrof membuat makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari saat proses fotosintesis.

Selapis sel kulit, yang beberapa diantaranya membentuk rizoid epidermis, rizoid tampak seperti benang yang berfungsi sebagai akar dan menyerap makanan dari air dan garam mineral 2. Lapisan kulit dalam tersusun atas korteks, silinder pusat yang terdiri dari sel penunjang atau parenkim yang memanjang, tidak mengandung xilem dan floem 3.

Silinder pusat, terdiri atas sel parenkim yang berguna untuk mengangkut ari dan garam mineral. Pertumbuhan pada lumut yaitu secara memanjang Susunan gametangiumnya arkegonium ataupun anteredium mempunyai susunan yang khas, yang sering dijumpai pada tumbuhan paku pteridophyta , terutama arkegoniumnya.

Arkegonium adalah gamet betina yang berbentuk seperti botol dan mengandung sel ovum, sedangkan anteredium adalah gamet jantan tabg berbentuk bulat dan mengandung sel spermatozoid Daunnya setebal satu lapis sel, kecuali ibu tulang daun yang lebih dari satu lapis.

Sel-sel daun kecil, mengandung kloroplas yang tersusun seperti jaring dan berbentuk sempit dan memanjang Sporofit sporogonium terdiri atas: 1. Seta atau tangki 2. Vaginula, yaitu kaki yang diselubungi dinding arkegonium 3. Apofisis, yaitu ujung seta atau tangki yang melebar, merupakan peralihan antara seta dan kotak spora 4. Kaliptra atau tudung, yaitu berasal dari dinding arkegonium atas dan akan menjadi tudung kotak spora 5. Kolumela, jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora Sistem reproduksi bersifat metagenesis, yaitu reproduksi silih berganti antara seksual gametofit dan aseksual sporofit.

Reproduksi seksual membentuk gamet jantan dan betina dalam gametofit, sedangkan reproduksi aseksual dengan spora haploid terbentuk didalam sporofit Artikel Penunjang : Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Paku Pteridophyta C. Awalnya sporofit menghasilkan spora yang akan menjadi protonema, dari protonema inilah gametofit terbentuk. Generasi gametofit ini punya satu sel kromosom yang disebut dengan haploid n dan gametofit ini menghasilkan gametangium organ reproduksi yang disebut dengan anteredium pada jantan dan arkegonium pada betina.

Gametangium dilindungi oleh daun khusus bract. Anteredium berbentuk bulat dan menghasilkan sperma berflagela anterezoid dan spermatozoid , sedangkan arkegonium berbentuk seperti botol yang memiliki bagian lebar disebut perut, dan ada bagian sempitnya yang disebut dengan leher.

Pembuahan fertilisasi sel telur oleh anterzoid membuahkan zigot dengan dua sel kromosom atau disebut dengan diploid 2n. Zigot inilah yang merupakan awal dari sporofit lagi. Kemudian zigot melakukan pembelahan menjadi sporofit dewasa yang sudah memiliki kaki untuk melekat pada gametofit, seta, dan kapsul di bagian ujungnya. Kapsul ini merupakan tempat dihasilkannya spora melalui fase fase pada meiosis. Setelah spora masak dan dikeluarkan dari dalam kapsul, barulah siklus hidup lumut berulang lagi dari awal.

Lumut Hati HepatiCospida Sesuai dengan namanya, lumut ini dapat diamati langsung dengan mata, lumut ini mempunyai bentuk khas yaitu lekukan-lekukan yang menyerupai bentuk hati dan juga terbagi atas dua lobus, sama seperti hati. Lumut hati dapat melakukan fotosintesis untuk makanannya sendiri autotrof.

Struktur tubuhnya meliputi akar, batang, dan daun. Lumut hati dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan bentuk talusnya, yaitu lumut hati bertalus dan lumut hati berdaun. Alat kelamin terletak pada bagian dorsal belakang talus pada jenis terletak pada bagian terminal ujung. Didalam spongaria terdapat sel yang berbentuk gulungan dan disebut dengan elatera, elatera ini akan terlepas saat kapsul terbuka, sehingga akan membantu memancarkan spora. Lumut ini juga bereproduksi secara aseksual dengan menggunakan sel yang disebut dengan gemma, yang berbentuk mangkok dan terletak dipermukaan sporofit.

Contoh lumut ini adalah Marchantia polymorpha dan Porella. Lumut tanduk Anthocerotaceae Tubuh lumut tanduk menyerupai lumut hati yaitu seperti talus, tetapi sporofitnya berbentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit.

Cara perkembang biakannya sama dengan lumut hati, yaitu perkembang biakan secara generatif dengan membentuk anteridium dan arkhegonium yang terkumpul pada sisi atas talus.

Lumut tanduk banyak ditemukan di tepi-tepi sungai dan danau, disepanjang selokan, ditepi jalan yang basah dan lembab. Salah satu contoh dari lumut tanduk adalah Anthoceros Laevis. Lumut Daun Musci Lumut daun atau lumut sejati merupakan lumut yang sering kita jumpai karena tempat hidupnya yang lebih terbuka dibanding lumut lain, bentuknya pun lebih menarik.

Lumut sejati memiliki perbedaan dengan lumut hati yaitu dari segi dauunya yang tumbuhn pada semua sisi sumbu utama, atau dengan kata lain, daunnya berasal dari pusat tengah lumut tersebut simetri radial. Pada rusuk tengah ini mengandung sel yang memanjang, fungsinya untuk mengangkut air dan zat-zat hara. Lumut sejati tidak memiliki akar.

Seperti lumut gambut dan lumut rawa, daunnya khas karena mempunyai jaringan sel kecil dan memisahkan sel mati yang besar. Mempunyai daya menghisap air yang laur biasa. Ini lah makanya lumut ini dapat bertahan hidup dirawa. Gametofitnya mempunyai alat kelamin jantan dan betina yang relatif kecil, pembuahan dilakukan oleh spermatozoid yang bergerak aktif dengan flagela nya, bila ada air maka spermatozoid akan berenang menuju ovum. Kemudian hasil fertilisasi menjadi sporofit, yang ketika sporofit sudah matang memiliki kaki penghisap dan satu tangkai yang panjang, juga sebuah kapsul yang khas.

Contoh lumut ini adalah Polytricum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, Aerobrysis longissima, dan lumut gambut atau Sphagnum. Jenis jenis lumut gambut seperti Sphagnum yang termasuk kedalam klasifikasi lumut daun dapat digunakan sebagai pembalut atau pengganti kapas.

Dalam lingkungan, lumut mempunyai peran sebagai penyedia oksigen, penyimpan air. Lumut dapat menyimpan air yang tertangkap diantara daun dan tangkainhya karena selnya seperti rozoid dan sel parenkim nya yang dapat menyerap air dan garam mineral dan bersifat seperti spons.

Setelah air diserap seperti pada lumut hati yang menyerap air pada tempat yang ditumbuhinya, seperti pada pepohonan tumbang, itu akan membuat tanah menjadi kering, dan melindungi lumut tersebut dari kekeringan juga. Dengan kemampuannya menyerap air, juga akan menciptakan lingkungan alami untuk persemaian benih untuk tumbuhan bunga berkayu, herba, dan tumbuhan conifer.

Lumut juga berfungsi sebagai penyerap polusi yang terdapat dilingkungan. Lumut juga dapat menambah estetika suatu daerah yang ditumbuhinya secara luas, membuat mata dapat memandangi pemandangan hijau yang terbentang luas. Dan juga memberi sumbangan terhadap modifikasi alam sekitar.

Peranan bryophyta yang lain adalah memperlambat proses erosi, karena daya penyimpanan airnya lebih baik daripada daun yang sudah mati. Sehingga memperlambat air pada permukaan tanah yang cepat dari air hujan. Dan semua manfaat serta peranan lumut ini dapat terjadi karena mereka merupakan tumbuhan yang berkelompok dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang baik.

Apabila masih ada yang belum dimengerti silahkan sahabat tanyakan melalui kotak komentar di bawah ini. Kami akan berusaha merespon dengan cepat dan tepat.

Terimakasih telah berkunjung di softilmu, jangan lupa like, follow, dan komentarnya ya J Loading

INCANTATION BY ALICE HOFFMAN PDF

Pengertian, Ciri-ciri , Dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Tumbuhan ini adalah tumbuhan darat sejati yang hidup subur di tempat yang lembab dan basah, kecuali satu jenis yang hidup di air yaitu spaghnum. Area penyebaran tumbuhan ini sangatlah luas atau kosmopolit. Tanaman ini sudah bisa melakukan proses fotosintesis sendiri karena sudah mempunyai klorofil tetapi lumut belumlah mempunyai jaringan angkut pada tubuhnya dan untuk menggantikan peran jaringan angkut tanaman ini memliki rhizoid untuk menyerap mineral dan air dari lingkungannya. Ukuran tubuh lumut termasuk makroskopis, pada tubuh lumut yang masih sederhana berupa lembaran sedang tubuh lumut yang sudah kompleks berupa pohon. Talus pada lumut hati terbagi menjadi beberapa lobus seperti bentuk hati hewan Saat mengalami fase sporofit pertumbuhan lumut terbatas karena belum memiliki jaringan meristematik Cara berkembang biak tanaman ini secara generatif dengan oogami, dan juga berkembang biak secara vegetatif dengan fragmentasi, tunas dan kuncup eram.

INFORMATION SYSTEMS GALLAUGHER PDF

3 Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Dinding selnya memiliki selulosa dan eukariotik Organisme yang masuk dalam kingdom ini hampir semuanya bersifat autrotof dengan bantuan cahaya matahari saat berfotoseintesis. Pengertian Bryophyta atau Tumbuhan Lumut Bryophyta atau tumbuhan lumut adalah sebuah divisi tumbuhan yang hidup di darat. Umumnya berwarna hijau dan ukurannya kecil bisa tidak dapat dilihat dengan menggunakan bantuan lensa dan ukuran lumut yang paling besar yaitu kurang dari 50cm. Lumut dapat hidup pada kayu, batu, pepohonan dan tanah. Lumut menyebar hampir diseluruh dunia kecuali didalam laut. Lumut memiliki sel plastid yang dapat menghasilkan klorofil A dan B. Sehingga dapat membuat makanannya sendiri dan lumut bersifat autrotof.

Related Articles