KATEKISMUS HEIDELBERG PDF

Mulai abad pertama Luk , Kis , Gal katekhein menjadi istilah baku yang mengacu ke kegiatan membimbing masuk anggota baru ke dalam iman Kristen, apakah mereka orang dewasa yang baru menjadi percaya atau anak-anak yang telah dibaptis, tetapi masih perlu menerima pengajaran. Pengajaran itu diberikan secara lisan. Memang ada pembimbing tertulis a. Luther yang pertama kali menerbitkan katekismus dalam arti buku pelajaran yang membahas pokok-pokok iman Kristen secara sistematis dan yang umum dipakai sebagai pedoman dalam pengajaran iman.

Author:Voodoorg Akinogrel
Country:French Guiana
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):11 May 2017
Pages:406
PDF File Size:3.29 Mb
ePub File Size:3.62 Mb
ISBN:856-2-82126-137-8
Downloads:46549
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kagashicage



Pada tahun ajaran katekismus ini disahkan sebagai ajaran resmi di wilayah Palatinate. Katekismus ini disusun dalam bentuk tanya-jawab. Teologinya bercorak Calvinis, namun jiwanya merupakan perpaduan antara Lutheran, Melanchthon dan Calvin. Dua ayat pertama berisi pengantar mengenai penghiburan bagi orang Kristen, yang kemudian disusul bagian pertama yang berisi tentang sengsara manusia. Bagian kedua berisi tentang kelepasan manusia. Sedangkan bagian ketiga berisi mengenai ucapan syukur yang wajib dipersembahkan kepada Allah karena kelepasan itu.

Berikut adalah ringkasan dari pertanyaan dan jawaban dari katekismus Heidelberg: 1. Penghiburan saya pada waktu hidup maupun pada waktu mati. Aku dengan tubuh dan jiwaku, baik pada masa hidup maupun pada waktu mati: a aku bukan milikku tetapi milik Kristus; b darah Kristus melunasi dosaku; c darah Kristus melepaskan aku dari murka, d memulihkan aku, e menjadikan aku rela dan siap mengabdi kepada-Nya.

Pokok-pokok yang perlu diketahui sebagai penghiburan supaya hidup bahagia. Bagian Pertama: Sengsara Manusia 3. Sengsara diketahui melalui hukum Taurat Roma Hukum Taurat menuntut, supaya kita mengasihi Allah dan sesama Matius Kita tidak dapat melakukan hukum Taurat dengan sempurna, karena kodrat kita cenderung membenci Allah dan sesama. Allah tidak menjadikan manusia jahat atau buruk, karena: a Allah menjadikan manusia baik menurut gambarnya; b supaya manusia mengenal ciptaan-Nya, mengasihi-Nya, memuji dan memuliakan-Nya.

Asal watak buruk manusia adalah dari kejatuhannya ke dalam dosa dan ketidaktaatan nenek moyang. Kita sama sekali tidak sanggup berbuat baik dan cenderung berbuat jahat, kecuali kita dilahirkan kembali oleh roh Allah. Allah tidak menuntut dalam hukumnya sesuatu yang tidak sanggup dilaksanakan manusia, karena: a Allah menjadikan manusia untuk sanggup malaksanakannya; b tetapi oleh bisikan iblis nmanusia menjadi tidak taat.

Allah tidak membiarkan ketidaktaatan dan kemurtadan tanpa hukuman: Dia hendak menghukumnya dengan hukuman yang adil, baik di dunia maupun di akhirat. Allah sungguh penyayang, tetapi Dia juga adil dan keadilan-Nya menuntut agar dosa dihukum dengan hukuman yang kekal atas tubuh dan jiwa.

Bagian Kedua: Kelepasan Manusia Untuk luput dari hukuman Allah yang adil, kita memenuhi tuntutan keadilan-Nya. Sebab itu, kita wajib melaksanakan pelunasan sepenuhnya, apakah dengan upaya sendiri atau pihak lain. Kita tidak dapat melaksanakan pelunasan dengan usaha sendiri, bahkan tiap-tiap hari kita menambah hutang kita.

Kita tidak mungkin menemukan makhluk lain, untuk melaksanakan pelunasan ini: a Allah tidak mau menjatuhkan hukuman terhadap makhluk lain; b tidak ada makhluk semata yang dapat menanggung murka Allah. Seorang Pengantara dan Penebus yang perlu kita cari adalah: a manusia sejati dan benar; b kekuatannya melebihi segala makhluk; c Allah yang sejati. Dia harus manusia sejati dan benar, karena: a seorang manusia tidak sanggup melakukan pembayaran untuk dosa orang lain; b manusia seorang berdosa.

Dia harus juga Allah sejati, karena: a dengan kuasa keallahan-Nya Dia dapat menanggung murka Allah; b memperoleh kebenaran dan kehidupan. Pengantara itu adalah Tuhan kita Yesus kristus, yang dikaruniakan Allah kepada kita. Kita mengetahui hal itu, dari Injil yang kudus. Tidak semua orang diselamatkan oleh Kristus, tetapi hanya mereka yang oleh iman yang sejati dijadikan anggota tubuh-Nya dan menerima seluruh karunia-Nya.

Iman yang sejati itu adalah keyakinan atau pengetahuan yang pasti, yang membuat kita mengakui sebagai kebenaran yang dinyatakan Allah kepada kita di dalam firman-Nya: a dikerjakan dalam hatiku; b melalui Injil; c isinya pengampunan dosa, kebenaran dan keselamatan; d dikaruniakan kepada semua orang. Orang Kristen perlu mengimani segala sesuatu yang dijanjikan di dalam Injil yang diajarakan melalui pasal-pasal pengakuan iman Kristen yang am dan pasti.

Pengakuan iman dibagi atas tiga bagian: a mengenai Allah Bapa dan penciptaan; b mengenai Allah Anak dan penebusan; c mengenai Allah Roh Kudus dan pengudusan kita. Meskipun hanya ada satu zat saja, kita menyebut Bapa, Anak dan Roh Kudus, karena: a demikianlah Allah menyatakan diri-Nya dalam Firman-Nya; b Ketiga Pribadi yang berbeda-beda itu merupakan Allah yang esa, yang sejati dan kekal.

Allah Bapa dan Penciptaan Kita Ketika kita berkata, aku percaya kepada Allah Bapa, yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi, berarti kita percaya bahwa: a Bapa telah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya; b memelihara dan memerintah menurut rencana-Nya yang kekal.

Pemeliharaan Allah adalah kekuatan Allah, Yang Mahakuasa dan yang hadir di segala tempat. Manfaat kita tahu bahwa Allah talah menciptakan segala sesuatu dan memeliharanya, kita dapat bersabar di dalam kesusahan dan bersyukur dalam kelimpahan. Allah Anak dan Penebusan Kita Orang-orang yang mencari keselamatan pada orang-orang kudus atau pada dirinya sendiri, tidak percaya kepada yesus, Juruselamat satu-satunya, mereka nyata-nyata menyangkal Yesus, meskipun dengan mulut mereka bermegah di dalam Dia.

Sebagai nabi dan guru kita yag tertinggi. Kita disebut orang Kristen, karena melalui iman kita adalah anggota tubuh Kristus dan dengan demikian kita mendapat bagian dalam pengurapan-Nya. Kristus dinamakan Anak Allah yang tunggal, padahal kitapun anak-anak Allah: a sebab hanya Kristus saja yang adalah Anak Allah yang sehakikat dan yang sama-sama kekal; b kita diangkat menjadi anak-anak Allah karena Kristus, berdasarkan kasih karunia.

Kita menyebut Yesus sebagai tuhan kita, sebab Dia telah menebus kita, tubuh dan jiwa, bukan dengan emas atau perak, melainkan dengan darah-Nya yang tak ternilai harganya. Manfaat yang kita peroleh dari kenyataan bahwa Kristus telah dikandung secara suci dan lahir adalah, bahwa Dia Pengantara kita yang sempurna dan di hadapan Allah, Dia menutupi dosa kita, yang telah kita sandang sejak kita dikandung dan dilahirkan. Arti kata menderita adalah, bahwa Dia telah mennggung murka Allah atas seluruh dosa umat manusia pada tubuh dan jiwa-Nya.

Kristus menderita di bawah hakim Pontius Pilatus, supaya Dia walaupun tidak bersalah, dihukum di hadapan pengadilan dunia, dan dengan demikian meluputkan kita dari hukuman Allah yang keras. Kematian Krisyus mempunyai arti lebih besar, sebab Dia telah menanggung kutuk yang ada atas diri kita.

Kristus merendahkan diri sampai mati, sebab menurut keadilan dan kebenaran Allah, hutang dosa-dosa kita tidak dapat dilunasi dengan cara lain kecuali dengan kematian Anak Allah. Dia dikuburkan, supaya dengan demikian ditegaskan bahwa Dia telah benar-benar mati. Kristus telah mati untuk kita, maka kita juga harus mati tetapi bukan karena pelunasan hutang dosa-dosa kita, melainkan kematian bagi dosa dan pintu masuk ke dalam hidup yang kekal.

Hal lain yang kita peroleh dari pengorbanan dan kematian Kristus adalah manusia lama kita ikut disalibkan, dimatikan dan dibukurkan bersama dengan Dia, supaya hawa nafsu daging tidak berkuasa lagi di dalam kita. Manfaat kebangkitan Kristus bagi kita: a memberikan kepada kita kebenaran yang telah diperolehnya melalui kematian-Nya; b dengan kuasa kebangkitan-Nya kita dibangkitkan untuk menempuh hidup baru; c menjadi jaminan kebangkitan kita yang membahagiakan.

Arti naik ke sorga adalah, bahwa Dia berada di sana untuk kebaikan kita, sampai Dia datang kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Kristus menyertai kita sampai kepada akhir zaman meskipun menurut kemanusiaan-Nya Dia tidak bersama-sama dengan kita, tetapi menurut keallahan, kemuliaan, anugerah dan Roh-Nya, Dia tidak pernah meninggalkan kita. Keallahan Kristus tidak terpisah, meskipun kemanusiaan-Nya tidak hadir bersama kita, karena keallahan itu memang berada di luar kemanusiaan yang telah dikenakan-Nya, namun berdiam juga di dalamnya dan tetap bersatu dengan-Nya menjadi satu Pribadi.

Manfaat kenaikan Kristus ke sorga adalah: a menjadi Jurusyafaat; b menjadi Kepala dan akan menyambut kita; c kita mencari perkara yang di atas bukan yang di bumi. Manfaat kemuliaan Kristus bagi kita adalah Dia mencurahkan karunia-karunia sorgawi ke dalam diri kita dan dengan kuasa-Nya Dia melindungi dan memelihara kita terhadap semua musuh. Penghiburan yang kita peroleh dari kedatangan Kristus kembali adalah Dia membuang semua musuh-Nya, yang adalah juga musuh kita, ke tempat kutuk yang kekal, tetapi akan menyambut kita bersama dengan semua orang pilihan-Nya dalam kesukaan dan kebahagiaan yang sorga.

Allah Roh Kudus dan Pengudusan Kita Yang saya percayai tentang Roh Kudus: a Dia bersama Bapa dan Anak adalah Allah yang sejati dan kekal; b membuat kita mendapat bagian dalam Kristus; c menghibur kita; d menyertai kita selama-lamanya. Yang saya percayai tentang Gereja yang kudus dan am adalah, bahwa Anak Allah oleh Roh dan Firman-Nya, sejak awal dunia ini sampai akhir zaman, mengumpulkan, melindungi dan memelihara bagi-Nya dari segenap manusia dalam kesatuan iman yang benar untuk beroleh hidup yang kekal.

Persekutuan orang kudus berarti, bahwa semua orang beriman dan tiap-tiap orang beriman secara perseorangan, sebagai anggota Kristus, mendapat bagian dalam Dia serta semua karunia-Nya dan mempergunakan karunia yang didapatnya demi kebaikan dan keselamatan anggota lain.

Dalam pengampunan dosa Allah sama sekali tidak mengingat lagi dosa-dosa kita, sebaliknya Dia menganugerahkan kebenaran Kristus kepada kita. Kita memperoleh penghiburan dari kebangkitan daging, bahwa sesudah hidup ini bukan hanya jiwa kita yang akan diangkat kepada Kristus, melainkan juga daging kita akan dibangkitkan oleh kuasa Kristus. Kita dapat merasakan penghiburan dari hidup yang kekal, karena sekarang ini juga kita telah merasakan dalam hati kesukaan yang kekal.

Pembenaran Oleh Iman Jika kita percaya kepada semua hal ini, maka di dalam Kristus kita benar di hadapan Allah dan dijadikan ahli waris hidup yang kekal.

Kita benar dihadapan Allah hanya oleh iman yang sejati kepada Yesus Kristus. Kita benar oleh iman, bukan karena layaknya iman kita sehingga membuat Allah berkenan kepada kita, melainkan hanya oleh pelaksanaan pelunasan oleh Kristus. Perbuatan baik kita tidak dapat menjadi tidak dapat menajdi kebenaran di hadapan Allah, karena kebenaran yang dapat bertahan dihadapan pengadilan Allah harus sungguh-sungguh sempurna dan dalam segala hal sesuai dengan hukum Allah.

Perbuatan baik kita tidak menghasilkan ganjaran, tetapi ganjaran itu terjadi bukan berdasarkan amal melainkan berdasarkan rahmat saja. Ajaran ini tidak membaut manusia tidak peduli dan fasik, karena barang siapa yang telah menjadi anggota tubuh Kristus, tidak dapat tidak menghasilkan perbuatan baik.

Datangnya iman yang membuat kita mendapat bagian, datang dari Roh Kudus, yang bekerja menciptakan iman itu dalam hati kita melalui pemberitaan Injil. Sakramen adalah tanda dan meterai yang kudus serta kasatmata, yang telah ditetapkan Allah. Firman dan Sakramen ditetapkan sebagai dasar keselamatan satu-satunya melalui kurban Yesus Kristus pada kayu salib. Sedangkan Roh Kudus mengajarkan kepada kita dalam Injil dan meneguhkan melalui sakramen.

Kita diingatkan dan diyakinkan dalam Baptisan Kudus dengan Kristus telah menetapkan permandian lahiriah ini, disertai janji. Dengan dibasuh dengan darah dan Roh Kristus, kita mendapat pengampunan dosa dari Allah, berdasarkan rahmat, karena darah Kristus yang telah ditumpahkan-Nya bagi kita dengan pengurbanan-Nya pada kayu salib. Permandian lahiriah bukan pembasuhan dari dosa-dosa, karena hanya darah Kristus dan Roh Kudus yang membasuh kita dari segala dosa.

Anak-anak kecil harus dibaptis, karena mereka termasuk dalam perjanjian Allah dan dalam jemaat-Nya, sama seperti orang-orang dewasa. Melalui darah Kristus, mereka tidak kurang daripada orang dewasa. Perjamuan Kudus Kita diingatkan dan diyakinkan dalam Perjamuan Kudus, bahwa kita mendapat bagian dalam kurban Kristus dengan Kristus telah memerintahkan kita dan semua orang percaya, supaya makan dari roti yang dipecah-pechkan dan dari cawan agar perbuatan itu menjadi peringatan bagi Dia.

Kristus berjanji, sebagaimana orang percaya makan dari roti yang dipecah-pecahkan dan minum dari cawan, sepasti itu juga Dia akan mengenyangkan kita dengan tubuh-Nya dan menyegarkan kita dengan darah-Nya, dalam perjamuan malam. Roti dan anggur tidak berubah menjadi tubuh dan darah Kristus yang sesungguhnya.

Sebagaimana air dalam baptisan tidak diubah menjadai darah Kristus, dan tidak menjadi pembasuh dari dosa-dosa itu, tetapi hany merupakan tanda dan jaminan dari Allah. Perjamuan Malam Tuhan ditetapkan untuk mereka yang menyesali dirinya karena dosa-dosanya, namun tetap percaya bahwa dosanya itu telah diampuni karena Kristus dan bahwa juga segala kelemahan yang masih tertinggal ditutup oleh penderitaan serta kematian-Nya.

Mereka yang bertindak sebagai orang tidak percaya dan fasik tidak diizinkan turut serta dalam Perjamuan Kudus, karena dengan demikian perjanjian Allah dinajiskan dan murka—Nya dibangkitkan atas seluruh jemaat. Kunci-kunci kerajaan sorga adalah pemberitaan Injil yang kudus dan pengucilan resmi atau pemutusan hubungan dengan jemaat Kristen.

Menurut perintah Kristus, kerajaan sorga dibuka dan ditutup melalui pemberitaan Injil yang kudus, kepad semua orang percaya, dan kepada tiap-tiap orang percaya secara perseorangan, diberitakan dan ditegaskan dengan nyata. Melalui pengucilan resmi dari jemaat Kristen, kerajaan sorga ditutup dan dibukakan, menurut perintah Kristus. Kita masih perlu melakukan perbuatan baik, karena Kristus setelah menebus kita dengan darah-Nya, juga membarui kita melalui Roh-Nya yang kudus menjadi serupa dengan gambar-Nya, supaya kita dengan seluruh kehidupan kita memberi syukur kepada Allah karena anugerah-Nya.

Mereka yang berkanjang dalam hidup yang fasik dan tidak mengenal syukur, dan tidak bertobat sama sekali tidak beroleh selamat. Pertobatan manusia yang sungguh-sungguh terdiri atas dua bagian, yaitu kematian manusia lama dan kebangkitan manusia baru. Kematian manusia lama adalah sungguh-sungguh menyesali bahwa kita telah menimbulkan murka Allah karena dosa kita, dan semakin membenci dan menjauhi dosa itu. Kebangkitan manusia baru adalah sungguh-sungguh bersukacita dalam Allah karena Kristus, dan kita rela serta suka akan hidup sesuai dengan kehendak Allah sambil melakukan segala perbuatan baik.

Perbuatan baik hanyalah perbauatan yang timbul dari iman yang sungguh-sungguh, dan yang seturut dengan hukum Taurat Allah untuk memuliakan Dia, bukan perbauatan yang berdasarkan kemauan kita atau aturan manusia.

CASSANDRA CLARE DRACO TRILOGY PDF

Heidelberg-katekismen

Pengajaran itu diberikan secara lisan. Memang ada pembimbing tertulis a. Luther yang pertama kali menerbitkan katekismus dalam arti buku pelajaran yang membahas pokok-pokok iman Kristen secara sistematis dan yang umum dipakai sebagai pedoman dalam pengajaran iman. Akan tetapi, Reformasi beraneka ragam, dan menekankan pemakaian bahasa nasional.

M5316 MANUAL PDF

Katekismus Heidelberg

Saya sendiri belajar pertama kali dari Pdt. Yakub Tri Handoko, Th. Praktik pengajaran iman Kristen kepada para petobat baru sebenarnya sudah dimulai sejak awal kekristenan. Pada abad ke-2 sudah ada satu buku yang bernama didach. Bapa gereja Agustinus dan Gregory Nissa pun membuat buku untuk para petobat baru.

A200M3CAC CUTLER HAMMER PDF

Sejarah penyusunan[ sunting sunting sumber ] Katekismus ini disusun oleh suatu panitia yang dibentuk oleh Friedrich III dari Kurpfalz. Kurpfalz adalah sebuah daerah otonom di kekaisaran Jerman yang beribu kota di Heidelberg. Sebelum pekerjaan menyusun katekismus ini dimulai, dua orang teolog muda yang belakangan menjadi anggota panitia penyusunannya, yaitu Zacharius Ursinus dan Caspar Olevianus , telah menyusun rancangan katekismus ini. Rancangan ini diterima oleh Sinode Gereja di Kurpfalz pada Terbitan rancangan yang pertama ini segera disusul dengan edisi kedua dan ketiga pada tahun yang sama. Edisi yang ketiga memuat kalimat dengan kata-kata yang tajam yang intinya menolak ajaran transubstansiasi yang diterima sebagai ajaran resmi Gereja Katolik Roma pada dan yang kemudian diperkuat lagi oleh Konsili Trente pada , ditambah dengan ucapan kutuk atas semua orang yang menganut pandangan Protestan. Sikap inilah yang ditanggapi dengan kutukan balik seperti yang tercantum dalam Katekismus Heidelberg.

AIRMATIC SUSPENSION SYSTEM PDF

.

Related Articles