BAHTSUL MASAIL NU PDF

Browse titles authors subjects uniform titles series callnumbers dewey numbers starting from optional. Epistemologi hukum Islam perspektif NU, in M. The common symptoms of the haisl mesothelioma are persistent coughing, palpitations, shortness of breath and chest pain. Can I borrow this item? Adapun tujuannya adalah mendeskripsikan manhaj istinbath yang digunakan oleh kedua organisasi islam tersebut tentang menikahi wanita hamil diluar nikah serta membandingkan kelebihan dan kelemahan dalam penggunaan manhaj istinbathnya.

Author:Tubar JoJoll
Country:Denmark
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):2 September 2005
Pages:294
PDF File Size:2.79 Mb
ePub File Size:19.59 Mb
ISBN:182-7-81936-397-4
Downloads:15625
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mazuru



Latar belakang. Perkembangan islam di Indonesia merupakan proses yang berkaitan dengan berbagai sector kehidupan lainya yang sangat kompleks. Pergumulan islam dengan nilai budaya setempat menuntut adanya penyesuaian terus menerus tanpa harus kehilangan ide aslinya sendiri. Penghadapan islam dengan realitas sejarah, akan munculkan realitas baru, bukan saja diakibatkan pergumulan internalnya menghadapi tantangan yang harus dijawab tetapi juga keterlibatan dalam proses sejarah sebagai pelaku yang ikut menentukan keadaan zaman.

Ia adalah sebuah organisasi ulama tradisional yang memiliki pengikut yang besar jumlahnya, organisasi non-pemerintahan paling besar yang masih bertahan dan mengakar dikalangan bawah.

Rumusan masalah a. Bagaimana sejarah berdiri nya NU? Bagaimana bahsul masail NU menyelesaikan masail yang terjadi pada masyarakat. Basis massa yang demikian ini sering memposisikan NU menjadi kelompok marginal yang kurang diperhitungkan dalam wacana pemikiran Islam di Indonesia. Namun sebagai organisasi keagamaan yang berada di bawah kepemimpinan kyai-ulama, NU berusaha mempertahankan tradisi keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat dengan mengakomodir seluruh tradisi masyarakat tanpa mengurangi akselerasi nilai-nilai universal Islam.

Di awal berdirinya NU hanya memperjuangkan kepentingan keagamaan tradisionalis yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Dalam Anggaran Dasar-nya yang pertama, tujuan NU didirikan adalah untuk memegang teguh salah satu mazhab empat dan mengerjakan apa saja yang menjadi kemaslahatan bangsa. Namun sejalan dengan dinamika warganya, di tahun lima puluhan, NU terlihat dalam kegiatan politik praktis.

Fajrul Falaah, salah seorang tokoh muda NU, merangkum tiga alasan pokok berdirinya NU: 1 Aksi kultural untuk bangsa, yakni menggunakan strategi akulturasi dengan budaya setempat, dalam memperkenalkan Islam pada masyarakat.

Berbeda dengan Falaah, Deliar Noer, salah seorang peneliti senior Indonesia menyatakan bahwa berdirinya NU merupakan respon atas faham reformisme pada aawl abad ke yang dikembangkan oleh Faqih Hasyim, salah seorang murid H. Rasul, pembaharu terkemuka di tanah Minangkabau. Namun alasan ini oleh Martin van Bruinessen dibantah, karena menurutnya, Noer kurang memberikan alasan yang representatif.

Silang pendapat antar sejarawan yang demikian ini merupakan suatu kewajaran. Mereka mengemukakan preferensi sesuai dengan data yang ditemukan. Deliar Noer misalnya, yang oleh beberapa kalangan dianggap sangat mendiskriditkan NU, merujuk pada data sejarah yang cukup kuat. Sebuah catatan di negeri Belanda, menyebutkan bahwa organisasi NU ulama tradisionalis yang merupakan respon atas gerakan reformis, diprakarsai oleh Van Der Plas. Terlepas dari benar atau tidaknya data sejarah Noer, bagi Martin di samping bukti-bukti sejarah yang kuat, aspek reasonable juga penting diperhatikan.

Dalam kasus berdirinya NU misalnya, apabila NU merupakan gerakan responsif atas kaum pembaharu yang dikembangkan oleh Faqih Hasyim di Jawa Timur, kenapa NU tidak berdiri pada tahun belasan, di mana usaha kelompok pembaharu sangat gencar. Begitu juga Falaah, sebagai penelitian dari kalangan NU insider tak lepas dari kajian teks dan juga kajian sejarah sosial. Di lingkungan podok pesantren ada tradisi unik dalam menyelesaikan problem-problem yang berkembang di masyarakat baik masalah agama maupun problematika kebangsaan dengan cara bertukar pikiran sesama santri maupun sesam kyai.

Bahtsul Masail merupakan forum pembahasan masalah-masalah yang muncul dikalangan masyarakat yang belum ada hukum dan dalilnya dalam agama.

Uniknya, masalah-masalah yang dibahas tidak hanya masalah agama tetapi juga masalah perkembangan politik yang actual. Ini terlihat pada munculnya gagasan-gagasan segar dalam pembaruan hukum Islam di kalangan NU, bukan hanya karena munculnya tokoh-tokoh muda NU semata, tetapi perkembangan progresif ini dialamatkan pada counter atas faham modernis.

Pembaruan fiqih di kalangan nahdiyyin, sebagai konsekuensi perkembangan aspek kehidupan masyarakat, merupakan proses pemaknaan yang terus menerus menurut Clifford Geertz yang anarkis.

Fiqih bukanlah lembaga permanen yang bersifat sakral, tetapi fiqih merupakan suatu produk peradaban civilization product. Fenomena ini sangat menarik dalam wacana pemikiran hukum di NU. Karena selama ini NU dianggap sangat hati-hati dalam merespon perkembangan hukum yang terjadi dalam masyarakat, bahkan sebagian pengamat menganggap wacana pemikiran hukum NU mengarah pada proses penutupan ijtihad.

Ide-ide baru yang dikembangkan dalam pemikiran hukum NU sekarang ini menjadi lebih progresif dan transformatif dengan tawaran pemikiran-pemikiran para Kyai NU khususnya kalangan muda yang sangat terbuka dan kritis dengan wacana-wacana baru yang berkembang sekarang ini.

Mereka mengembangkan pemikiran kritis yang interpretatif, metodologis, dan filosofis. Dalam kajian ushul fikih, wacana filsafat banyak dikembangkan dalam kitab Al Muwafqat karangan Imam As-Syatibi w. Oleh karena itu dalam memberikan jawaban ittifaq hukum digunakan susunan metodologis sebagai berikut: 1.

Dalam kasus yang ditemukan jawabannya dalam ibarat kitab dan hanya satu qaul pendapat , maka qaul itu yang diambil. Bila jawaban tidak diketemukan dalam ibarat kitab sama sekali, dipakai ilhaq al masail bin nadhariha secara jamai oleh para ahlinya.

Berangkat dari sistem pengambilan keputusan hukum Bahtsul Masail yang dirumuskan pada Munas Bandar Lampung tahun ini, sebenarnya telah terjadi dinamika pemikiran hukum di lingkungan NU baik dari aspek substansi pembahasan maupun aspek metodologis.

Bagi NU perumusan sistem ini sangat berarti bukan saja bagi para kyai yang terlibat langsung dalam arena bahtsul masail, tetapi bagi pengembangan wawasan berpikir masyarakat NU pada umumnya. Begitu juga secara metodologis, pemikiran fikih tidak lagi terkungkung dengan rujukan teks qauli saja, tetapi harus diimbangi dengan pembongkaran dekonstruksi konteks.

Atau dengan kata lain berfikih tidak harus secara teks madzhab qauli tetapi juga dengan metodologi yang kontekstual manhaj. Sedangkan wacana filosofis merupakan alternatif baru dalam mengembangkan fikih manhaji yang mulai dipakai oleh para kyai NU.

Usulan masalah itu dikumpulkan dan disaring oleh panitia untuk mrnjadi tema pembahasan bersama dalam forum tersebut. Sistem ini sekaligus memberikan penjelasan bahwa bermazdhab di lingkungan NU menggunakan pendekatan Qauni produk pemikiran dan Manhaji sehingga tidak mungkin terjadi kesulitan dalam merespon setiap persoalan yang terjadi, baik yang menyangkut aspek qouliyah maupun ijtimaiyah, aspek ekoomi, sosial politik atupun aspek-aspek lainnya.

Dalam forum tersebut, para peserta membahas pemilihan kepala daerah menurut dalil-dalil agama Fiqih , selain hukum Negara yang ada. Sebab dalam praktiknya pemilihan kepala daerah banyak ditemukan praktik-praktik politik uang Money Politic.

Pemikiran yang digunakan adalah interpetratif atas text-text fiqh yang ada. Metedologis yang digunakan tidak hanya secara text, tapi di imbangi dengan pembongkaran context.

KESHAVSUT KAVITA PDF

HASIL BAHTSUL MASAIL PDF

Latar belakang. Perkembangan islam di Indonesia merupakan proses yang berkaitan dengan berbagai sector kehidupan lainya yang sangat kompleks. Pergumulan islam dengan nilai budaya setempat menuntut adanya penyesuaian terus menerus tanpa harus kehilangan ide aslinya sendiri. Penghadapan islam dengan realitas sejarah, akan munculkan realitas baru, bukan saja diakibatkan pergumulan internalnya menghadapi tantangan yang harus dijawab tetapi juga keterlibatan dalam proses sejarah sebagai pelaku yang ikut menentukan keadaan zaman. Ia adalah sebuah organisasi ulama tradisional yang memiliki pengikut yang besar jumlahnya, organisasi non-pemerintahan paling besar yang masih bertahan dan mengakar dikalangan bawah. Rumusan masalah a.

CARTA AUTONOMICA 1897 PDF

Umat Islam di Zona Hijau Corona Wajib Salat Jumat di Masjid

Latar Belakang Di Indonesia, pelaksanaan hukum Islam diwakili oleh beberapa institusi. Majlis Ulama Indonesia MUI lebih dikenal oleh masyarakat sebagai lembaga yang berusaha menyelesaikan banyak permasalahan agama dengan mengeluarkan fatwa. Disamping itu, ormas-ormas Islam seperti Nahdhatul Ulama NU , Muhammadiyah, Persatuan Islam Persis , dan yang lainnya memiliki institusi yang bertugas untuk mendalami dan merekomendasikan pendapat bahkan sikap organisasi terhadap persoalan hukum yang terjadi di masyarakat. Rumusan masalah a. Bagaimana sejarah dan perkembangan NU? Apa yang dimaksud Lembaga Bahtsul Masail? Pembahasan A.

RESUMEN LIBRO SEGUIREMOS SIENDO AMIGOS PDF

KUMPULAN HASIL BAHTSUL MASAIL DINIYYAH LBM

Yakni, suatu lembaga yang memiliki bertugas menjawab segala permasalahan sosial keagamaan yang dihadapi masyarakat Zahro, Secara organisatoris, lembaga ini bertingkat mulai dari tingkat ranting desa sampai tingkat pusat di Jakarta. Namun, karena keterbatasan SDM, lembaga ini biasanya baru muncul pada tingkat kepengurusan cabang sampai ke level pusat, kecuali pada daerah-daerah yang memang keberadaan NU sangat kuat, maka lembaga ini terbentuk pada tingkat Majlis Wakil Cabang MWC bahkan ranting. Secara hirarkis, pengkajian persoalan dalam Bahtsul Masail berlangsung secara bertahap. Persoalan yang belum selesai dikaji pada level Majelis Wakil Cabang misalnya, akan diteruskan kepada Cabang. Jika pada level ini belum juga terselesaikan, maka masalah tersebut dibawa ke tingkat wilayah, terus sampai pusat PBNU dalam forum muktamar. Dengan demikian, secara teoritis bisa dikatakan bahwa Bahtsul Masail yang diselenggarakan oleh PBNU merupakan forum yang mempunyai otoritas tertinggi dan memiliki daya mengiikat lebih kuat bagi warga NU dalam memutuskan masalah keagamaan Zahro,

Related Articles